Hubungan Indonesia-Vietnam

19 05 2011
Oleh : Igor Dirgantara

Indonesia

Indonesia yang oleh Multatuli disebut sebagai “Untaian Zambrut di Khatulistiwa” dan merupakan sebuah negara kepulauan yang subur dengan latar belakang kebudayaan yang kaya kini sedang terlibat upaya besar untuk memodernisasi ekonominya. Indonesia ialah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di khatulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasitik dan Samudra Hindia.

Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudera, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Indonesia berbatasan dengan Malaysia di pulau Kalimantan, berbatasan dengan Papua Nugini di pulau Papua dan berbatasan dengan Timor Timur di pulau Timor. Sejak bekas provinsi Indonesia ini (Timor Timur) memutuskan untuk merdeka sebagai hasil referendum tahun 1999, yang berganti nama yaitu Timor Leste.[2]

Sejarah

Indonesia yang pada mulanya terkenal sebagai negara rempah-rempah, adalah alasan mengapa Cristoper Columbus dan Ferdinand Magellan memulai pelaya ” itu. Berinula dari persaingan dengan para penjelajah portugis, pada awal abad ke-I6, para pencari rempah-rempah bangsa Belanda secara bertahap-tahap inenanainkan kekuasaannya pada wilayah ini dan kemudian menjadikannya wilayalt jajahan mereka yang terkenal dengan nama Hindia-Belanda, selama lebih dari 350 tahun.[3]

Selama perang dunia kedua negeri ini diduduki oleh bala tentara Dai Nippon. Di akhir perang, pada tanggal 17 Agustus 1945, negeri ini memproklainasikan kemerdekaannya menjadi Republik Indonesia. Akan tetapi, pemerintah Hindia-Belanda yang terkenal dengan nama NICA (Netherlands Indies Civil Administration), bermaksud inenanamkan kembali kekuasaannya. Oleh karena itu, teijadilah perafig kemerdekaan selama kurang lebilt 4 tahun (1945-1949). Setelah mealui berbagai perundingan, yang terakhir adalah Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Indonesia mendapat pengakuandari bekas penjajahnya pada tahun 1949 dan terbentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS). Melalui perjuangan Tri Komando Rakyat (Trikora), Republik Indonesia menerima kembali Irian Barat (Irian Jaya) yang menjadi propinsi ke-27 Republik Indonesia.[4]

Disamping kaya dengan sumber alam, Republik Indonesia merupakan negar terbesar di Asia Tenggara serta negara herpenduduk terbesar nomor 5 terbesar didunia. Indonesia yang membemang diantara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia memanjang dalam jarak yang lebih besar daripada jarak dari pantai timur Amerika Serikat ke pantai baratnya. Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatra dan Jawa sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Kedatangan pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam yang akhirnya menjadi agama terbesar.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa negara-negara kecil. Negara-negara kecil ini dengan mudah dikuasai oleh orang-orang Eropa tersebut yang ingin mendominasi perdagangan rempah-rempah. Pada abad ke-I 7, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Timur). Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke 19.[5]

Soekamo menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden. Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme terhadap Soekarno yang kini sendiri makin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh dan keluarganya diusir ke luar negeri. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, dibandingkan dengan masa pemerintahan Soekarno yang disebut Orde Lama. Soeharto berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata, di Indonesia. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonomekonom lulusan departemen ekonomi University of California at Berkeley, yang dipanggil “Mafia Berkeley”. Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besarbesaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.[6]

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarno Putri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah sedang berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, yaitu Aceh dan Papua. Timor Timur mendapatkan kemerdekaan pada tahun 2002 setelah 24 tahun dikuasai Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB. Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa.

    Wilayah

Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau besar dan kecil, lebih dari 6.000 pulau ini berpenghuni. Pulau-pulau ini terbentang ibarat jembatan batu loncatan antara benua Asia dan benua Australia. Gunung-gunungnya menjulang tinggi dan sering mencapai ketinggian yang luar biasa di beberapa pulaunya. Gunung yang tertinggi terletak di pulau Irian (Irian Jaya), bahkan tertutup salju abadi. Banyak gunung di Indonesia adalah yang masih aktif dan terkenal di dunia seperti gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda, diantara Jawa dan Sumatera.[7]

Karena terletak tepat pada khatulistiwa, Indonesia beriklim tropis. Meskipun bersuhu tinggi, biasanya sultu itu bervariasi sesuai dengan tinggirenciahnya letak daenth int terhadap pants laut. Karena kebanyakan kota besar berlokasi di sepanjang pantai atau di dataran rendah, cuaca di daaerah itu biasanya amat panas dan lembab sehingga sebagian penduduknya sering berekreasi.

 

Penduduk

Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan has sebesar New York, Indonesia juga memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan b snis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Dan segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain :[8]

  1. Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa – sangat jarang di Kalimantan dan Irian.
  2. Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar.
  3. Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jundali penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  4. Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa.
  5. Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius
  6. Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

 

 Bahasa

Di Indonesia terdapat lebih dan 350 bahasa, dialok dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia semenjak 28 Oktober 1928 telah diikrarkan sebagai bahasa persatuan untuk segenap bangsa Indonesia, dan pada tanggal 18 Agustus 1945 dimasukan kedalam undang-undang 1945 di pasal 36 sebagai bahasa negara. Oleh karena itu bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi yang di gunakan dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, perdagangan, kesehatan (kedokteran), dan bahkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.[9] Bangsa Indonesia tetap melestarikan kebudayaan daerah peninggalan tradisi lemma yang termasuk di dalainnya bahasa daerah.

 

Agama

Secara resmi penterintah dan rakyat Indonesia dalam beragama menerima sila pertama Pancasila sebagai Asas Kepercayaannya, yaitu Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dapat dijabarkan sebagai berikut :[10]

  1. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar Kemanusiaan yang Adil Dan Beradab.
  2. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing pemeluk agama.
  4. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.

Di Indonesia, Islam merupakan agama yang memiliki pemeluk terbesar atau agama mayoritas, karena Islam telah disebarkan di Indonesia semenjak 500 tahun yang lalu. Sisanya memeluk agama Kristen, Hindu, Budha, dan kepercayaan lainnya, bahkan kini kepercayaan Konghucu juga diakui di Indonesia

    Ekonomi

Ekonomi Indonesia telah berkembang pesat semenjak Indonesia merdeka, kemajuan tersebut telah dicapai dalain bidang pertanian, kehutanan, pertambangan, dan bidang-bidang Iainnya, meskipun demikian pendapatan per kapita rakyat Indonesia terbilang masih rendah. Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang inelanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini.[11]

Untuk memperkuat ekonominya, Indonesia telah mengembangkan dan mempromosikan pariwisatanya sebagai komoditi nonmigas. Hal ini diperlukan guna menambah devisa baik di tingkat mikro (regional) maupun di tingkat makro (nasional), serta mempertahankan dan menekankan kepada dunia tradisi, dan budaya Indonesia yang majemuk (Bhineka Tunggal Ika). Seperti pengembangan kawasan wisata Indonesia di Bali, Kepulauan Nias dan Danau Toba, dan kawasan wisata lainnya.

 

VIETNAM

Republik Sosialis Vietnam adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok, Laos, Kamboja, dan Laut China Selatan. Penaklukan memainkan peranan penting dalam kehidupan rakyat Vietnam selama lebih dari 2000 tahun, secara bergantian mereka ditaklukkan bangsa lain dan menaklukkan oleh bangsa lain. Namun ada perbedaan akibat kekalahan bagi korban Vietnam dan bagi Vietnam sendiri, yang membedakan hanya semangat panlang menyerah bangsa Vietnam sendiri Bangsa yang ditaklukan Vietnam

 

II.3.1.         Sejarah

Republik Demokratik Vietnam (RDV), biasa dikenal sebagai Vietnam Utara, adalah sebuah negara yang didirikan oleh Ho Chi Minh dan diakui oleh Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet pada 1950. Setelah kekalahan Perancis dalam Pertempuran Dien Bien Phu pada tahun 1954, Perancis secara resmi mengakui kedulatan negara tersebut dan negara itu pun terpecah menjadi dua; satunya lagi Vietnam Selatan. Setelah pemecahan tersebut, banyak warga di Utara yang melarikan diri ke Selatan, kebanyakan daripada mereka adalah umat Katolik yang mengklaim bahwa pemerintah Utara mempunyai kebijakan yang tidak adil terhadap pemeluk agama tersebut. lbu kota Vietnam Utara berada di Hanoi dan diperintah oleh pemerintahan komunis yang mendapatkan dukungan dari Uni Soviet dan Tiongkok. Kedua negara ini membantu Vietnam Utara saat terjadinya Perang Vietnam melawan Amerika Serikat dan Vietnam Selatan. Setelah jatuhnya pemerintah Vietnam Selatan pada 30 April 1975, kedua negara ini secara resmi bersatu pada 2 Juli 1976 menjadi sebuah negara bernama Republik Sosialis Vietnam atau yang biasanya dikenal sebagai Vietnam.[12]

Vietnam Selatan adalah negara antikomunis yang berdiri dari 1954 hingga 1976 di kawasan Vietnam tepatnya di bagian selatan garis Parallel ke-17. Sedangkan Vietnam Utara terletak di sebelah utara garis parallel ke- I 7. Republik Vietnam diproklamasikan di Saigon oleh Ngo Dinh Diem pada 22 Oktober 1955 setelah ia menggulingkan Kaisar Bao Dai. Lahirnya Vietnam Selatan didukung oleh Amerika Serikat. Tetapi ada debat mengenai eratnya hubungan antara Vietnam Selatan dengan AS yang mempakan pendukung utama negara itu. Vietnam Selatan melanjutkan perang dengan Viet Cong dalam waktu yang lama setelah AS keluar dari Vietnam Selatan. Namun, akhirnya dia menyerah kepada Vietnam Utara dan Front Liberasi Nasional (NLF) pada 30 April 1975. setelah itu, NLF berkuasa dan mendirikan Republik Vietnam Selatan hingga Republik Sosialis Vietnam yang utuh diproklamasikan pada 2 Juli 1976.[13]

Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Penang Dingin. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan USSR dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang menipakan koniunis. Jumlah korban yang meniuggal diperkirakan adalah 280.000 di pihak Selatan dan 1.000.000 di pihak Utara.[14]

Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutanianya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa diteinukan komunitas Vietnam yang enkup besar. Setelah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.

 

Wilayah

Ibu kota Vietnam adalah Hanoi (Ha Nộí). Ada juga 4 munisipalitas yang berada di setiap tingkatan provinsi : Cân Tho, Ðá Nẵng, Hái Phóng, dan Kota Ho Chi Minh (Thánh phồ Hồ Chí Minh). Ho Chi Minh dulunya dikenal sebagai Saigon. Selain lion kota tersebut, negara ini dibagi menjadi 59 provinsi yaitu :[15] An Giang, Bắc Giang, Bắc Kan, Bắc Lieu, Bắc Ninh, Ba Ria-Vũng Tau, Bền Tre, Birth Ðinh, Binh Duong, Binh Phuóc, Binh Thuận, Ca Mau, Cao Bắg, Ðắk Lắk, Ðắk Nong, Ðiện Bien, Ðồng Nai, Ðồng Thap, Gia Lai, Ha Giang, Hái Durong, Ha Nam, Ha Tay, Ha Tinh, Hoa Binh, Hậu Giang, Hung Yen, Khanh Hoa, Kien Giang, Kon Tum, Lai Chau, Lam Ðồng, Lang Son, Lao Cai, Long An, Nam Ðinh, Nghệ An, Ninh Binh, Ninh Tiniận, Phu Tho, Phu Yen, Quáng Binh, Quáng Nam, Quáng Ngai, Quáng Ninh, Quáng Tri, Soc Trăng, Son La, Tay Ninh, Thai Binh, Thai Nguyen, Thanh Hoa, Thùa Thien-Huề, Tiền Giang, Tra Vinh, Tuyen Quang, Vĩnh Long, Vĩnh Phuc, Yen Bai.

 

  Penduduk

Bangsa Vietnam adalah bangsa yang suka bekerja keras dan panjang akal, bangsa ini mertipakan bangsa yang memiliki jwnlah penduduk kedua terbesar di Asia Tenggara. Penduduk tersebut paling banyak herasal dari suku Kampuchea (Khmer), Campa, dan sisanya suku Montagnard (orang Bukit) seperti suku Muong, suku Neo dan suku Thai, mayoritas penduduk Vietnam tinggal di kota perdagangan Cholon, kota yang mirip seperti kota Ho Chi Minh tetapi terletak di sebelah selatan Vietnam.[16]

 

Bahasa

Bahasa Vietnam terdiri atas kata-kata silabel tunggal yang tidak bembah, namun kata yang sama itu dapat mentpunyai arti yang berbeda/ berlainamjika disebut dengan tingkat nada yang berlainan. Walaupun bahasa Vietnam telah diperkaya oleh banyak istilah kesusastraan, filsafat, dan teknik Cina namun pada dasarnya bahasa tersebut tidak serwnpun dengan bahasa Cina. Meskipun Bahasa resmi di Vietnam adalah bahasa Vietnam, akan tetapi bahasa lain juga digunakan yaitu bahasa prancis, bahasa Cina, bahasa bahasa Khmer dan bahasa Monkhiner. Tingkat melek huruf di Vietnam cukup tinggi yaitu sekitar 78 %, terutama disekitar bangsa Vietnam yang berada dan warga Vietnam keturunan Cina.[17]

 

Agama

Agama yang dipeluk oleh mayoritas warga Vitnam adalah Budha Mahayana (Wahana Agung), yang memasuki negeri tersebut melalui Cina dan merupakan tandingan Budha Hinayana serta Hindu di Kampuchea, Laos, Muangthai, dan Myanmar. Selain Budha dan I lindu, againa Kristen juga di daerah Vietnam Selatan, Kongfuchuisme, Taoisme, sekte pribumi yang menggabungkan berbagai unsur agama-agama besar lainnya dan Animisme (Penyembahan Roh).[18]

 

Ekonomi

Vietnam merupakan salah satu negara yang termiskin di dunia, sebagai akibat perang yang tidak henti-hentinya. Seperti perang nasional tahun 19401975, perang anti penjajahan melawan Prancis tahun 1946-1954, perang Vietnam melawan Amerika pada tahun 1959-1975, dan serangan ke Kampuchea pada tahun 1978. Yang menyedihkan adalah kenyataan bahwa Vietnam merupakan salah satu lahan terkaya di Asia Tenggara dalam Sumber Alam, sedangkan bagian utara negara tersebut dahulu merupakan wilayah yang paling berkembang dari sudut industri sebelum perang dunia II.[19]

Vietnam merupakan penghasil mineral utama, produk pertanian seperti : Batubara, Besi, Timah, Emas, Antimon, Krom, Frosfat, Beras, Karet, Jagung, Gula, Tepung Singkong, Buah dan Sayur, Kapas, Teh, Kopi, Tembakau Tekstil, Sepeda, Kerajinan Tangan dan lain-lain.

 

Hubungan Bilateral Indonesia dengan Vietnam

Kedua negara bail: Indonesia dan Vietnam telah menjalin kembali hubungan yang pernah hubungan Indonesia dan Vietnam saat ini telah menjadi sarana untuk membina saling pengertian dan memperkuat kerjasama antara kedua Negara, yang di laksanakan dalam :

Hubungan di bidang Ekonomi

Hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Vietnam didasarkan pada Persetujuan antara pemerintah RI dan Pemerintah Republik Sosialis Vietnam mengenai kerjasama ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknik yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri kedua negara pada tanggal 21 Nopember 1990, dan telah diperbaharui pada tanggal 10 Nopember 2001. Total perdagangan Indonesia dengan Vietnam pada tahun 2004 sebesar USD 664 juta atau menurun sebesar 16.3% dibandingkan dengan tahun 2003. Sedangkan total perdagangan tahun 2005 (Januari s/d Juli) sebesar USD 278.9 juta atau mengalami penurunan yang relatif kecil apabila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun 2004.[20]

Nilai ekspor pada tahun 2004 sebesar USD 360,6 juta, atau meningkat sebesar 8,8% dibandingkan dengan tahun 2003. Nilai ekspor tahun 2005 Januari-Juli sebesar USD 192,6 juta atau turun sebesar 10,18% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2004. Nilai impor pada tahun 2004 mencapai USD 303,3 juta atau menurun 34,4% apabila dibandingkan tahun 2003. Nilai impor tahun 2005 (lanuari-Juli) sebesar USD 86,2 juta atau menurun 50,9% apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Komoditi ekspor utama Indonesia-Vietnam adalah tekstil, bahan kimia, pupuk, barang dari logam tidak mulia, kertas dan barang dari kertas dan damar tiruan bahan plastik, komoditi impor utama Indonesia-Vietnam adalah minyak mentah, beras giling, makan olahan, alat listrik, gula pasir, makanan ternak dan tekstil. Hal – hal yang menghambat ekspor impor kedua negara adalah sebagai berikut :[21]

  1. Hambatan ekspor tetap diberlakukan bagi garment oleh karena adanya pengenaan kuota dari negara pengimpor, Pada saat ini, pemerintah Vietnam sedang melakukan perudndingan untuk menghapuskan kuota. Sementara itu perbandingan antara jaminan kuota tekstil dan gartnen melalui tender terus meningkat setiap tahunnya.
  2. Adanya persepsi dari sebagian besar pengusaha Indonesia yang masih menganggap bahwa Vietnam sebagai negara yang kurang potensial dan berbisn s di Vietnam sangat sulit.
  3. Kegiatan perdagangan dan d stribusi di Vietnam hanya diperuntukkan bagi perusahaan lokal. Oleh karena itu setiap perusahaan acing yang akan menjual barang-barang produksi diluar Vietnam harus menggunakan jasa agen distributor lokal. Dalam prakteknya perusahaan asing tersebut termasuk perusahaan Indonesia sering kali menemui kesulitan dalam memilih agen yang dapat dipercaya.
  4. Hambatan perdagangan terhadap beberapa produk utama termasuk larangan bagi produk yang berbahaya seperti antara lain kimia beracun, senjata api, amunisi dll.
  5. Pemerintah Vietnam masih memberlakukan kebijaksanaan yaitu menetapakan tujuh komoditi yang memMukan lisensi perdagangan dari Kementerian Perdagangan Vietnam, yaitu antara lain; bahan bakar minyak, kaca, besi, minyak goreng, gula, sepeda motor dan kendaraan roda empat dengan 9 tempat duduk/ kursi.
  6. Indonesia harus mencantumkan label pada produk obat-obatan yang diekspor ke Vietnam.

Beberapa agenda yang akan dilakukan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2005, Dina meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral antar kedua negara adalah sebagai berikut :[22]

  1. Menindakianjuti basil dad Sidang ke-3 Komisi Bersama Indonesia-Vietnam di bidang perdagangan. Hal-hal yang perlu ditindaklanjuti pada Sidang Komisi Bersama yang ke-4 adalah peningkatan perdagangan Bilateral menjadi LISDI milyar dalam waktu dekat.
  2. Pertemuan bilateral dalam rangka pembahasan untuk disepakatinya Banking Payment Arrangement (BPA) Indonesia – Vietnam. Sehubungan dengan hal tersebut maka Bank BNI yang ditunjuk sebagai perbankan dari Indonesia perlu terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.
  3. Pertemuan Joint Working Committee dan Joint Technical Working Group sebagai implementasi dari pada MoU Counter Trade yang telah ditandatangani pada tanggal 1 April 1999.

 

Hubungan di bidang Politik

Pertama kali dibuka hubungan politik Indonesia-Vietnam dibuka pada tingkat konsulat pada tanggal 30 Desember 1955. Pada tanggal 10 Agustus 1965 hubungan Indonesia-Vietnam ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar, namun setelah peristiwa G-30 S / PKI, Vietnam menarik Duta Besarnya di Jakarta yang kemudian ciiikuti oleh Indonesia menarik Dula Besarnya di Hanoi dan pada Tahun 1973 kedua negara menempatkan kembali Duta Besamya masing-masing di Jakarta dan Hanoi. Indonesia telah tnembuka kembali perwakilan pada tingkat Konsulat Jenderal pada bulan Mei 1993 di Ho Chi Minh City dengan persetujuan Pemerintah Vietnam guna meningkatkan hubungan bilateral RI – Vietnam.[23]

Hubungan baik di bidang politik secara kongkrit antara lain tercermin dalam hal-hal sebagai berikut :[24]

  1. Penghargaan oleh Vietnam terhadap bantuan beras Indonesia pada tahun 1986, sewaktu Vietnam mengalami kekurangan pangan.
  2. Dukungan Vietnam terhadap terpilihnya Indonesia sebagai Ketua NonBlok.
  3. Bantuan Indonesia didalam usaha penanganan program keluarga berencana, saran kebijaksanaan dalam bidang perminyakan, investasi, perbankan dan transpor.
  4. Dukungan Indonesia terhadap keinginan Vietnam untuk menandatangani ASEAN Treaty of Amity and Cooperation.
  5. Bantuan-bantuan Indonesia lainnya kepada Vietnam berupa training dan pengembangan sumber daya manusia.
  6. Berbagai kunjungan para pimpinan dan pejabat tinggi kedua negara yang mencapai puncaknya dengan kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Vietnam pada bulan November 1990 yang dinilai oleh pihak Vietnam sebagi kunjungan bersejarah pertama tokoh non-sosialis ke Hanoi sejak tahun 1975.
  7. Kunjungan terpenting yang dilakukan Vietnam adalah kunjungan PM Vietnam yang baru, Vo Van Kiet ke Indonesia pada tanggal 24 – 27 Oktober 1991.

 

IHubungan di bidang Pertanian

Dasar kerjasama Indonesia-Vietnam di sektor pertanian yaitu telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) di sektor pertanian pada tanggal 12 Desember 1992 di Hanoi dengan lebih ditekankan pada :[25]

  1. Pertukaran tenaga ahli untuk meningkatkan teknologi dan informasi teknik pertanian.
  2. Pertukaran penelitian, training dan study banding
  3. Joint venture dalam bidang produksi, pemrosesan dan pemasaran komoditi pertanian.

Pemerintah Vietnam menyatakan minalnya untuk belajar dan pengalaman Indonesia dalam bidang pembangunan pertanian pada umunya dan IPTEK pertanian, peternakan dan pertambakan udang pada khususnya, pemerintah Vietnam mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk mengadakan Counter Tradel imbal beli, dimana komoditi yang ditawarkan oleh pihak Vietnam adalah beras, sementara yang diharapkan dan pemerintah Indonesia adalah Pupuk.

 

  Hubungan di bidang Kesehatan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Vietnam Phan Van Khai telah menyetujui rencana kedua negara untuk memperkuat kerjasama bilateral bidang ekonomi, perdagangan dan upaya memberantas flu burung, pada tanggal 13 Desember 2005 di Kuala Lumpur, Malaysia. Selama pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga telah menyetujui para menteri kesehatan kedua negara itu membahas langkah-langkah untuk memerangi wabah flu burung dalam bentuk kerjasama memasok vaksin anti virus.[26] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan perlunya untuk meningkatkan kerjasama antar pengusaha dari Indonesia dan Vietnam, yang merupakan bagian dari memperluas hubungan kedua pemerintahan dan masyarakat kedua negara.

 

Hubungan di bidang Pertahanan dan Keamanan

Pada tanggal 27 Juni 2003 yang lalu, Vietnam dan Indonesia menandatangani kesepakatan tentang perbatasan maritim kedua negara di Laut China Selatan yang berpotensi kaya minyak setelah melalui perundingan yang berjalan selama 25 tahun. Penandatanganan itu dilakukan di Hanoi oleh Menlu Vietnam Nguyen Dy Nien dan Menlu Hassan Wirajuda. Acara itu disaksikan masing-masing kepala negara, Tran Duc Luong dan Megawati Soekarno Putri. Luong dan Megawati juga mencapai kata sepakat mengenai kerangka kerja untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang politik dan ekonomi. “Dokumen ini memberikan panduan, arahan, dan prinsip-prinsip bagi hubungan Indonesia-Vietnam di masa yang akan datang. Karena itu, kesepakatan ini sangat penting,” kata Luong. Selain itu, kedua negara juga menandatangani kesepakatan bilateral mengenai ‘kontra perdagangan’ dan ‘penghapusan visa’.[27]

Dalam acara penandatanganan yang berlangsung di Istana Presiden itu, Presiden Megawati memuji ‘Kesepakatan Perbatasan Kontinental (BLK/ Batas Landasan Kontinen)’. Perundingan untuk menentukan perbatasan itu telah dimulai sejak 1978. Wilayah yang dimasukkan di dalam perundingan itu terletak di wilayah selatan Laut China Selatan, di Uinta Semenanjung Malaysia, dan utara Pulau Kalimantan.[28] Menyusul tercapainya kesepakatan itu, pemerintah Indonesia diperkirakan akan melanjutkan rencana eksplorasi cadangan minyak dan gas di perairan yang terletak di sekitar pulau Natuna.

 

  Hubungan di bidang Ilmu Pengetahuan dalam Teknologi

Senin 26 Februari 2006, Menteri Negara Ristek Kusmayanto Kadiman didampingi Deputi Bidang Program RIPTEK menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Vietnam HE Mr. NGUYEN Hoang An dan Delegasi Partai Komunis Vietnam (PKV) yang dipimpin oleh Dr. Phan Tung Mau sebagai Wakil Direktur Departemen Ilmu Pengetahuan Alam, Teknologi dan Lingkungan, Komisi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan serta 4 anggota. Kunjungan bertujuan untuk mempelajari kebijakan dan peranan Indonesia tentang masalah umum di bidang pengetahuan ilmu pegetahuan dan teknologi serta pemasaran iptek di Indonesia, baik pada lembaga pemerintah, swasta, universitas maupun LSM.[29]


[1]     Syah Djalianus,. “Mengenal ASEAN dan Negara-negara anggotanya”, ( Jakarta PT. Kreasi Jaya Utama, 1996), hal 29.

[2]     Syah Djalianus,. “Mengenal ASEAN dan Negara-negara anggotanya”, ( Jakarta PT. Kreasi Jaya Utama, 1996), hal 29.

[3]     Grolier Intentalional. Inc.. “Negara dan Bangsa : jilid 3 edisi bahasa Indonesia“, ( Jakarta PT. Widyadara, 1998, 1990), hal 237-238.

[4]     Ibid hal. 239.

[5]     Ibid

[6]     Ibid hal. 240

[7]     Dikutip dari www.id.wikipedia.org/wiki/Indonesia.htm, pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 13.00 166.

[8]     Ibid

[9]     Syah, Djalianus, Op.Cit, hal. 30

[10]    Grolier International, Inc., Op. City hal 229.

[11]    Syah, Djalianus, Op.Cit., hal. 31.

[12]    Dikutip dari www.id.wikipediaorg/wiki/vietnarn.htm, pada tanggal 12 Mei 2010; pukul 13.00 WIB.

[13]    Ibid

[14]    Dikutip dari www.id.wikipedia.org/wiki/vietnam/pertempurandienbienphu.htm, pada  tanggal 12 Mei 2010 pukul 13.00 wib.

[15]    dikutip dari www.wikipedia.org/wiki/vietnam.htm, pada tanggal 30 Mei 2010 pukul 13.00 wib.

[16]    Dikutip dari www.id.wikipedia.org.wiki/vietnam.hrm, pada tanggal 24 April 2010 pukul 13.00 wib.

[17]    Grolier International, Inc., Op. C t, hal 229.

[18]    hal 199

[19]    Ibid, hal 201

[20]    Dikutip dan http://www.bexi.cold/vietnam, pada tanggal 20 Juni 2010 pukul 14.00 wib.

[21]    Ibid

[22]    Ibid

[23]    Dikutip dari www.executive_summary.htm, pada tanggal 25 Agustus 2010 pukul 14.00 wib.

[24]    Ibid

[25]    Ibid

[26]    Dikutip dari www.departemenkesehatan.go.id, pada tanggal 4 September 2010 pukul 14.00 wib

[27]    Dikutip dari www.forek.or.id, pada tanggal 18 November 2010 pukul 14.00 wib

[28]    Ibid

[29]    Dikutip dari www.tristek.go.id, pada tanggal 14 Maret 2010 pukul 14.00 wib.


Actions

Information

6 responses

7 01 2013
Thiết kế website tại Vĩnh Phúc, Thiết kế website ở Vĩnh Yên, Vĩnh Phúc Công ty thiết kế website

We’re a group of volunteers and starting a brand new scheme in our community. Your website offered us with valuable info to paintings on. You have performed a formidable activity and our whole neighborhood will likely be thankful to you.

11 01 2013
Oseafas [ One Southeast Asia ]

We thank u

31 01 2013
Fadhilah Rizky

thank you for this info. it’s really used in my tasks. thank you very much :)

7 02 2013
Oseafas [ One Southeast Asia ]

ur welcome

14 05 2013
get cheap vietnam visa

I pay a visit day-to-day a few websites and
blogs to read content, but this weblog offers quality based
content.

24 05 2013
Oseafas [ One Southeast Asia ]

thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: